
Jakarta — Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Asrin W. Soga, menyambut hangat inisiatif kerja sama dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) DPD Provinsi Banten. Kolaborasi ini disiapkan untuk memperluas jangkauan promosi destinasi unggulan Kepulauan Togean ke pasar nasional hingga mancanegara.
Inisiatif kerja sama tersebut resmi diajukan ASTINDO Banten melalui surat tertanggal 16 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Plt. Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, via Dinas Pariwisata. Penawaran ini berawal dari ketertarikan ASTINDO usai menyambangi stan Pemkab Touna pada ajang Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta.
Asrin W. Soga menilai kemitraan dengan asosiasi perjalanan wisata merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemasaran potensi bahari, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya Touna.
“Kami menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Kepulauan Togean memiliki potensi wisata yang luar biasa dan perlu terus dipromosikan agar semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Asrin saat dikonfirmasi awak media, Jumat (16/10/2026).
Asrin menegaskan bahwa langkah intensifikasi promosi ini tidak sekadar mengejar angka kunjungan turis, melainkan menyasar dampak ekonomi riil bagi masyarakat lokal di kawasan kepulauan.
“Manfaat tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata, pengelola homestay, pemandu wisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” tuturnya.
Dalam skema kerja sama yang diajukan, ASTINDO menawarkan promosi multi-platform meliputi media sosial, portal web pariwisata, ajang pameran, hingga pembuatan konten kreatif digital berupa foto, video, dan artikel berkualitas tinggi.
“Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya tarik Kepulauan Togean di pasar wisata nasional dan internasional,” kata Kadispar Touna tersebut.
Tak hanya promosi digital, Asrin mengungkapkan bahwa ASTINDO juga merencanakan kegiatan eksplorasi dan dokumentasi langsung di lapangan untuk menghasilkan materi publikasi yang autentik.
“Kegiatan tersebut mencakup survei lokasi wisata, pengambilan foto dan video, pertemuan dengan pelaku wisata lokal, serta pendataan hotel, homestay, dan usaha kuliner,” ungkap Asrin.
Rencananya, agenda eksplorasi tersebut diselenggarakan pada November 2026 dengan menerjunkan tim beranggotakan lima orang. Sejumlah titik krusial di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean bakal disambangi, antara lain Wakai, Kadidiri, Katupat, Melange, dan area sekitarnya.
Guna melancarkan agenda tersebut, pihak asosiasi berharap Pemkab Touna dapat memberikan dukungan fasilitasi di lapangan.
“Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, ASTINDO berharap Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dapat memfasilitasi sejumlah kebutuhan, terutama terkait perizinan, transportasi, informasi destinasi, serta koordinasi dengan pihak terkait di lapangan,” jelas Asrin.
Lebih lanjut, Asrin menekankan bahwa pihak ASTINDO telah menyatakan komitmennya untuk menghormati kearifan lokal serta menjaga kelestarian lingkungan kawasan konservasi Taman Nasional Kepulauan Togean selama kegiatan berlangsung.
Seluruh hasil dokumentasi dan inventarisasi data lapangan nantinya akan diserahkan kepada pihak Pemkab sebagai aset publikasi resmi.
“Hasil dokumentasi kegiatan nantinya direncanakan diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una untuk menjadi bahan promosi resmi daerah,” pungkas Asrin.
Sinergi antara Pemkab Touna dan jaringan industri travel nasional ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing Kepulauan Togean sebagai salah satu destinasi wisata bahari prioritas Indonesia di mata dunia.




Tidak ada komentar