
Ampana, Sulteng– Persiapan Festival Budaya Bakulupi 2026 di Kabupaten Tojo Una-Una terus dilakukan dengan tetap mengedepankan nilai dan tradisi masyarakat setempat.
Salah satu tahapan persiapan dilakukan melalui pengambilan daun Yeki di Desa Padang Tumbuo, Rabu (9/9/2026) sore. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Tojo Una-Una Surya, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin W. Soga, S.Pd., MAP., mengatakan pengambilan daun Yeki bukan sekadar bagian dari kebutuhan pelaksanaan Festival Budaya Bakulupi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat yang merefleksikan semangat kebersamaan sekaligus menjadi upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Bagi masyarakat, pengambilan daun Yeki bukan sekadar kegiatan persiapan festival, tetapi juga bagian dari tradisi yang harus terus dijaga,” kata Asrin.
Ia menilai keterlibatan langsung Wakil Bupati Surya dalam proses tersebut menunjukkan dukungan Pemerintah Daerah Tojo Una-Una terhadap pelestarian budaya daerah.
Asrin berharap Festival Budaya Bakulupi 2026 tidak hanya menjadi agenda perayaan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan melestarikan tradisi daerah.
“Kolaborasi pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat sangat penting agar tradisi Bakulupi tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Festival Budaya Bakulupi 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya Tojo Una-Una sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam kegiatan pengambilan daun Yeki, sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat turut terlibat. Kehadiran mereka memastikan proses tersebut tetap dilakukan sesuai tata cara dan nilai tradisi yang berlaku.
Festival Budaya Bakulupi 2026 dijadwalkan menjadi salah satu agenda budaya daerah yang mengusung semangat merawat tradisi, menguatkan budaya, dan menggerakkan masyarakat.




Tidak ada komentar