Ikuti REBOAN Kemendagri, Bupati Ilham Sampaikan Persoalan Strategis Touna

3 menit membaca
Redaksi
Nasional, News, Pemerintahan, Touna - 24 Sep 2026

Ampana, Sulteng – Bupati Tojo Una-Una (Touna) Ilham Lawidu menyampaikan sejumlah persoalan dan kebutuhan strategis daerah dalam forum Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN), Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring itu dipimpin Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bupati Tojo Una-Una.

REBOAN menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk membahas berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menginventarisasi dukungan yang dibutuhkan pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut, Ilham Lawidu menyampaikan kondisi yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, salah satunya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Ilham, keterbatasan sarana dan prasarana, terutama armada pemadam, masih menjadi kendala dalam mempercepat penanganan karhutla di wilayah Touna.

“Dalam penanganan karhutla, salah satu kendala yang kami hadapi adalah keterbatasan armada. Karena itu, kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat sehingga penanganan karhutla di daerah dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal,” ujar Ilham.

Selain karhutla, Bupati juga melaporkan perkembangan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang sedang dilaksanakan di Touna. Ia menyebut pelaksanaan program Asta Cita Presiden di daerah berjalan melalui sinergi pemerintah daerah dengan pihak terkait.

Untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ilham menyampaikan perkembangan pembangunan dapur yang diperuntukkan bagi wilayah terpencil. Fasilitas tersebut telah selesai dibangun, namun pemerintah daerah masih menunggu kepastian waktu operasionalnya.

“Untuk program Makan Bergizi Gratis, khususnya dapur yang diperuntukkan bagi daerah terpencil, fasilitasnya sudah selesai. Saat ini kami masih menunggu kejelasan kapan dapur tersebut mulai dibuka dan beroperasi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait Program Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Touna telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Ilham mengatakan seluruh administrasi dan persyaratan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah juga telah diselesaikan.

“Untuk Sekolah Rakyat, kami sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare dan seluruh administrasinya juga sudah rampung. Sekarang kami masih menunggu tindak lanjut pembangunan dari pemerintah pusat,” katanya.

Untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemkab Touna masih melakukan pengecekan dan pendataan di sejumlah desa dan kelurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan dan kebutuhan pembentukan koperasi dapat dipenuhi.

“Untuk Koperasi Merah Putih, saat ini kami terus melakukan pengecekan ke desa dan kelurahan untuk melihat apa saja yang masih kurang. Kami ingin memastikan program ini dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Ilham.

Ilham menegaskan, Pemkab Touna akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam memastikan berbagai program prioritas nasional dapat berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Menurutnya, REBOAN menjadi ruang bagi kepala daerah untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan sekaligus membahas kebutuhan dukungan pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan apa yang menjadi kondisi dan kebutuhan daerah secara langsung dalam forum ini. Harapan kami, setiap persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat dapat segera mendapatkan solusi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Tojo Una-Una dapat berjalan semakin optimal,” pungkasnya.

Sumber: PPID Dinas Kominfo Touna

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x