
Kolonodale, Sulteng – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menegaskan bahwa Liga Pelajar Askab PSSI Morowali Utara 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perebutan gelar juara, melainkan sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda sekaligus wadah pencarian bibit atlet sepak bola potensial yang akan menjadi kebanggaan daerah di masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan Delis saat membuka secara resmi Liga Pelajar Askab PSSI Morowali Utara 2026 di Lapangan Morokoa, Kolonodale, Jumat sore (28/8/2026).
Kompetisi yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya itu diikuti 17 tim pelajar dari berbagai sekolah di Morowali Utara.
Menurut Delis, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan liga pelajar karena menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga usia dini.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta sepak bola yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
“Ini adalah liga pelajar yang kedua dilaksanakan. Kami mendukung penuh karena menjadi ajang untuk melihat bibit-bibit atlet berprestasi dan pemain sepak bola sejak usia dini yang nantinya dapat menjadi kebanggaan Morowali Utara,” kata Delis.
Namun demikian, Delis mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, olahraga memiliki nilai yang lebih besar, yakni membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas generasi muda.
“Ini bukan sekadar perlombaan dan bukan sekadar kejuaraan. Lebih daripada itu, ini adalah ajang untuk membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, atlet yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga oleh sikap disiplin dan kemampuannya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Juara itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Pesan serupa juga disampaikan kepada para suporter.
Delis meminta seluruh pendukung tim untuk memberikan dukungan secara positif dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun jalannya pertandingan.
Sementara itu, Ketua Askab PSSI Morowali Utara, Muhammad Arief Ibrahim, SH., MH., mengatakan penyelenggaraan Liga Pelajar merupakan bagian dari komitmen Askab PSSI dalam membangun sistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di daerah.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua kepengurusannya menyelenggarakan kompetisi tersebut sebagai wadah pengembangan bakat pemain usia sekolah.
Arief menegaskan bahwa Liga Pelajar tidak hanya bertujuan menghasilkan juara, tetapi juga menjadi sarana seleksi pemain terbaik Morowali Utara yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah Tahun 2026.
“Jangan hanya menjadi jagoan di daerah sendiri. Liga Pelajar ini harus menjadi ajang seleksi untuk melahirkan pemain-pemain yang mampu membawa nama Morowali Utara bersaing dan berprestasi di tingkat provinsi,” katanya.
Menurut Arief, keberhasilan penyelenggaraan liga tidak terlepas dari kerja keras panitia, dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga di Morowali Utara.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Askab PSSI Morowali Utara, Usman Ukas.
Ia menilai olahraga memiliki manfaat yang luas, tidak hanya bagi kesehatan jasmani, tetapi juga sebagai media mempererat silaturahmi, membangun persatuan, serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Ketika kita berbicara olahraga, manfaatnya bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Delis juga memanfaatkan momentum pembukaan liga untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.
Ia mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Musim kering seperti ini, jangan membakar kebun atau lahan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Hal kecil seperti puntung rokok bisa mengakibatkan kebakaran,” katanya.
Pembukaan Liga Pelajar Askab PSSI Morowali Utara 2026 turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Sulteng Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira Kendjo, S.Pd., M.Pd., Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Warda Dg. Mamala, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, kepala sekolah, guru pendamping, peserta, suporter, serta pimpinan sejumlah perusahaan.
Sebagai tanda dimulainya kompetisi, Bupati Delis bersama Ketua Askab PSSI Morowali Utara menyerahkan sertifikat lisensi C3 kepada 17 wasit angkatan 2026.
Delis kemudian menerima piala bergilir Liga Pelajar sebelum melakukan tendangan perdana ke arah gawang.
Pada pertandingan pembuka, SMAN 1 Lembo berhasil mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan SMKN 1 Petasia dengan skor 3-0.
Hasil tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain potensial untuk memperkuat Morowali Utara pada ajang Porprov X Sulawesi Tengah Tahun 2026.
Selain menjadi ajang pembinaan olahraga, penyelenggaraan Liga Pelajar Askab PSSI Morowali Utara 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ramainya peserta, suporter, guru pendamping, dan masyarakat yang memadati kawasan Lapangan Morokoa turut meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
Berbagai jenis usaha, mulai dari makanan dan minuman, jajanan tradisional, hingga produk kebutuhan harian terlihat ramai dikunjungi pengunjung.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga tidak hanya berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia melalui pembinaan atlet muda, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap penyelenggaraan event olahraga yang berkelanjutan dapat memberikan manfaat ganda, yakni melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM di daerah.
Sumber: Media Center Delis & Djira




Tidak ada komentar