
Bungku, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara resmi memulai Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Tahun 2026 yang diawali di Desa Tambarobone, Kecamatan Bungku Utara, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi bersama Ketua TP-PKK Morowali Utara sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang.
Desa Tambarobone dipercaya mewakili Kecamatan Bungku Utara dalam ajang tahunan yang menjadi sarana evaluasi perkembangan desa di Morowali Utara tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan bahwa lomba desa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya pemerintah mengukur kemajuan pembangunan desa secara nyata, mulai dari tata kelola pemerintahan, inovasi hingga partisipasi masyarakat.

“Kalau 122 desa dan 3 kelurahan di Morowali Utara maju, maka Morowali Utara pasti maju. Kalau desa sehat, cerdas, dan sejahtera, maka daerah ini juga akan sehat, cerdas, dan sejahtera,” ujar Delis.
Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan desa.
“Pemimpin tidak boleh menyerah dengan keadaan. Justru di tengah tantangan, kita harus lebih kreatif mencari jalan keluar. Perbedaan politik boleh ada, tetapi kalau ingin desa maju, kita harus bersatu membangun daerah,” katanya.
Delis turut mengapresiasi kerja keras Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), para kepala desa, serta masyarakat yang dinilai berhasil meningkatkan status desa dalam empat tahun terakhir.
Ia mengungkapkan, saat awal kepemimpinannya pada 2021, Morowali Utara belum memiliki desa mandiri. Namun kini jumlah desa mandiri telah mencapai 41 desa dan tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal maupun tertinggal.
Selain pembangunan infrastruktur desa, Pemkab Morowali Utara juga tetap mempertahankan sejumlah program pro-rakyat di tengah efisiensi anggaran, seperti BPJS Kesehatan, beasiswa pendidikan, pendidikan gratis hingga BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Menurut Delis, program perlindungan sosial tersebut penting untuk memberikan jaminan dan perlindungan bagi masyarakat desa, khususnya nelayan dan petani, saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun musibah kematian.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Morowali Utara, Febriyanthi Hongkiriwang, mengatakan keberhasilan pembangunan desa tidak terlepas dari peran aktif Tim Penggerak PKK melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dan kerja empat kelompok kerja (Pokja).
Menurutnya, PKK menjadi salah satu motor penggerak pembangunan sosial masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, harmonis dan produktif.
“Lomba desa ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang evaluasi, aktualisasi dan inovasi desa. Ketika program PKK dijalankan dengan baik, maka pembangunan desa akan berjalan lebih kuat dan terarah,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dengan penyambutan budaya dan penampilan seni tradisional yang melibatkan masyarakat serta kader PKK dari berbagai desa di Kecamatan Bungku Utara.
Turut hadir anggota DPRD Morowali Utara, jajaran kepala OPD, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, tenaga pendidik, kader posyandu, serta masyarakat Desa Tambarobone.




Tidak ada komentar