Kebakaran Lahan di Jalur Trans Sulawesi Labuan Donggulu Berhasil Dipadamkan

2 menit membaca
Redaksi
News, Parigi Muotong - 26 Feb 2026

Kasimbar, Sulteng – Kebakaran lahan melanda Dusun I Desa Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar, pada Rabu (25/2/2026) malam. Api yang sempat mengamuk di area perbukitan milik warga sekitar pukul 20.00 WITA tersebut berhasil dijinakkan setelah petugas gabungan dan masyarakat berjibaku selama hampir empat jam.

Lahan yang terbakar diketahui milik Hj. Tansi (51) dan Lataraa (50). Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran karena lokasinya yang berada di sisi jalur Trans Sulawesi dan kondisi vegetasi yang kering.

Api pertama kali terlihat oleh Hj. Tansi yang kemudian langsung meminta bantuan warga. Dengan alat penyemprot pertanian seadanya, warga berupaya melokalisir api sebelum personel Polsek Kasimbar dan TNI tiba di lokasi pada pukul 20.10 WITA untuk membantu pemadaman manual.

Operasi pemadaman mencapai titik balik setelah armada pemadam kebakaran dan tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 22.46 WITA. Api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 23.40 WITA. Meski tidak ada korban jiwa, luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan, mengingat area tersebut didominasi jerami dan semak liar.

Kapolsek Kasimbar, IPDA I Komang Sukania, SH, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh faktor kelalaian manusia di tengah musim kemarau.

“Dugaan sementara mengarah pada puntung rokok yang dibuang sembarangan atau aktivitas pembakaran jerami. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pastinya,” tegas IPDA I Komang.

Mengingat tingginya risiko kebakaran lahan di musim kemarau, Polsek Kasimbar kini memperketat monitoring dan pemetaan wilayah rawan. Kapolsek mengingatkan warga bahwa pembakaran lahan, sekecil apa pun, dapat berujung pada sanksi hukum jika terbukti membahayakan publik.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering, menghindari aktivitas pembakaran sampah atau jerami tanpa pengawasan dan segera melapor ke otoritas terkait jika melihat titik api sekecil apa pun.

Sinergi cepat antara Polri, TNI, Damkar, BPBD, dan warga dalam kejadian ini berhasil mencegah kerugian yang lebih besar, namun kewaspadaan kolektif tetap menjadi kunci utama pencegahan di masa mendatang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x
x