Waspada! Angka Kecelakaan di Sulteng Naik Tajam, Ini Penyebab Utamanya

2 menit membaca
Redaksi
Kota Palu, News - 19 Feb 2026

Palu, Sulteng – Polda Sulawesi Tengah resmi mengakhiri Operasi Keselamatan Tinombala 2026 yang berlangsung selama 14 hari, sejak 2 hingga 15 Februari 2026.

Meski mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, hasil evaluasi menunjukkan tren kenaikan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas yang cukup signifikan di wilayah Sulawesi Tengah.

Data statistik menunjukkan dinamika yang memprihatinkan pada aspek fatalitas jalan raya. Tercatat sebanyak 48 kejadian kecelakaan selama operasi tahun ini, melonjak 71 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 28 kejadian.

Meskipun jumlah korban meninggal dunia tetap di angka 11 jiwa, kategori korban luka lainnya mengalami kenaikan tajam:

  • Luka Berat: Naik 100% (dari 13 menjadi 26 jiwa).
  • Luka Ringan: Naik 106% (dari 31 menjadi 64 jiwa).
  • Kerugian Materiil: Turun tipis 6% menjadi Rp100.800.000.

Ketegasan petugas di lapangan tercermin dari jumlah penindakan yang mencapai 48.372 kasus, meningkat 38 persen dari tahun sebelumnya.

Salah satu sorotan utama adalah lonjakan pelanggaran kendaraan bermuatan lebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) yang meroket hingga 621 persen, dari 67 unit di tahun lalu menjadi 483 unit di tahun 2026.

Selain itu, petugas juga mulai menindak kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum sebanyak 573 kasus, sebuah kategori pelanggaran yang nihil pada operasi tahun sebelumnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng sekaligus Kaopsda Operasi Keselamatan Tinombala 2026, Agung Tri Widiantoro, mengungkapkan bahwa perilaku pengendara masih menjadi rapor merah dalam evaluasi kali ini.

“Faktor penyebab tertinggi kecelakaan masih didominasi oleh faktor manusia, khususnya saat mendahului, berbelok, atau berpindah jalur yang tidak aman dengan total 17 kasus,” jelas Agung.

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah pelanggaran ini merupakan sinyal bahwa kesadaran disiplin berlalu lintas masyarakat masih perlu terus dibangun melalui upaya berkelanjutan.

Menutup rangkaian operasi, Dirlantas mengimbau masyarakat agar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya muncul karena adanya petugas atau operasi khusus.

“Kami berharap kesadaran tertib berlalu lintas menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya saat operasi berlangsung. Dengan disiplin dan kepatuhan bersama, kita dapat menekan angka kecelakaan demi mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x
x