
TOUNA – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, menilai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah, khususnya melalui gagasan dan temuan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Ilham saat menghadiri sekaligus menutup secara resmi pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026 di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Tojo Una-Una, Selasa (4/8/2026).
KKN-PPM UGM berlangsung sejak 22 Juni hingga 10 Agustus 2026 di Desa Lebiti, Desa Pulo Enam, dan Desa Bungayo. Selama berada di lokasi, para mahasiswa menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Lokal untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan, Kelestarian Lingkungan, dan Pembangunan Berkelanjutan.”
Dalam sambutannya, Ilham mengatakan pengalaman mahasiswa terjun langsung ke masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak selalu mudah diterapkan ketika berhadapan langsung dengan kondisi dan persoalan masyarakat.

“Banyak gagasan, banyak keinginan dan banyak ide yang ingin kita lakukan. Tetapi setelah kita masuk dan mengimplementasikan ilmu-ilmu itu di tengah masyarakat, ternyata tidak semudah apa yang ada di pikiran kita,” ujar Ilham.
Ia menyebut program pengabdian seperti KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus menguji dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di kampus.
Menurut Ilham, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menemukan potensi yang dapat dikembangkan.
Ia pun menilai hasil pengamatan dan temuan mahasiswa selama KKN dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah. Terlebih, berbagai laporan mahasiswa mencakup sejumlah sektor, mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga berbagai persoalan pembangunan lainnya.
“Kalau ini kita satukan, kita kolaborasikan antara mahasiswa dengan pemerintah daerah, saya yakin Tojo Una-Una ini bisa menjadi daerah yang lebih maju dan berkembang dibandingkan kabupaten-kabupaten yang lain,” katanya.
Ilham mengapresiasi berbagai gagasan yang disampaikan mahasiswa, termasuk sejumlah kendala yang ditemukan selama melaksanakan program di lapangan. Ia menegaskan, masukan tersebut tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Bagi kami Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, kehadiran adik-adik mahasiswa UGM ini adalah hal yang sangat luar biasa dan sangat baik karena bisa memberikan ilmu dan gagasan kepada kami,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Ilham menyampaikan terima kasih kepada pihak UGM, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di wilayah tersebut.
Ia berharap hubungan yang terbangun selama pelaksanaan KKN tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian. Sebaliknya, kerja sama antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi.
“Pertemuan ini bukan hanya sampai di sini. Ini baru sekadar pertemuan. Akan ada lagi kolaborasi dan kerja sama berikutnya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ilham juga mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa. Salah satunya berkaitan dengan pola pikir dan kapasitas dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.
Ia mengatakan, sejumlah catatan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk diperbaiki. Ilham meminta organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), untuk memperhatikan berbagai temuan tersebut.
“Insyaallah ini juga menjadi PR bagi kami. Kepala Dinas PMD dan OPD-OPD yang lain akan menindaklanjuti apa yang didengar tadi,” katanya.
Ilham juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan para dosen maupun mahasiswa. Menurutnya, setiap masukan dari mahasiswa justru menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan ke depan.
“Apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan, kembalikan kepada kami untuk menjadi perbaikan kami ke depannya. Mohon maaf dari kami,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Ilham berharap pengalaman KKN-PPM UGM memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lebiti, Desa Pulo Enam, dan Desa Bungayo, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan Kabupaten Tojo Una-Una.
Ia juga berharap perjalanan pengabdian para mahasiswa tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan daerah serta bangsa dan negara.
“Semoga perjalanan adik-adik ini punya manfaat yang besar untuk kemajuan Kabupaten Tojo Una-Una dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia,” pungkasnya.
Foto: Diskominfo Touna




Tidak ada komentar