Sikat Korupsi dan Utang, Kejari Tojo Una-Una Selamatkan Rp 790 Juta Uang Negara!

2 menit membaca
Redaksi
Hukum Kriminal, News, Touna - 09 Des 2025

Ampana, Sulteng — Kejaksaan Negeri (Kejari) Tojo Una-Una menunjukkan prestasi gemilang dalam upaya pemulihan keuangan negara. Bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Kejari mengumumkan total Rp 790.345.331,- berhasil diselamatkan dari berbagai kasus.

Dihadapan awak media pada Selasa (09/12/2025), Kepala Kejari Tojo Una-Una, Dr. Rizky Fahrurrozi, SH, MH, menyatakan penegakan hukum kini berorientasi ganda yakni menindak tegas pelaku (represif) sekaligus memulihkan kerugian negara.

“Dana publik harus kembali dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah wujud nyata komitmen Kejaksaan,” tegas Dr. Rizky Fahrurrozi.

Dari sektor Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saja, Kejari berhasil memulihkan Rp 208.682.762,-. Dana ini berasal dari eksekusi kasus korupsi, termasuk penyalahgunaan Dana Desa (APBDes) di Balingara, Bonebae II, dan Kolami.

Capaian Bidang Pidana Khusus 2025 meliputi, Menerima 6 Laporan pengaduan masyarakat, Memproses 5 Perkara di tahap Penyelidikan dan Penyidikan dan Melaksanakan 6 Eksekusi putusan perkara Tipikor.

Selain Tipikor, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) memberikan kontribusi terbesar dengan menyelamatkan Rp 581.662.569,- melalui Surat Kuasa Khusus (SKK).

Pemulihan fantastis ini didapatkan dari Rp 456 Juta dari penyelamatan kredit macet BRI, Rp 64 Juta dari pemulihan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Rp 60 Juta dari pengembalian kelebihan pembayaran BPKAD.

Kajari Rizky Fahrurrozi menegaskan, keberhasilan ini adalah peringatan keras bagi seluruh aparatur pemerintah daerah dan desa. Kejaksaan berkomitmen penuh untuk mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Setiap rupiah uang negara yang diselewengkan akan dikembalikan dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat,” tutupnya, seraya mengutip instruksi Presiden RI terkait penggunaan dana pemulihan korupsi untuk sektor vital seperti renovasi sekolah dan pembangunan kampung nelayan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x
x