Foto: Rahmawaty TaneAmpana, Sulteng – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tingkat Kabupaten Tahun 2025, Kamis (23/10/2025).
Dengan menyerukan komitmen kerja tim yang luar biasa dan dorongan inovasi, Wabup Surya menetapkan visi ambisius yaitu menjadikan Tojo Una-Una bebas stunting, menargetkan hasil yang jauh melampaui standar nasional.
Wakil Bupati Surya menyadari target nasional untuk tahun 2025 adalah 18,8% dan 14,2% pada 2029. Namun, ia menantang seluruh tim di Tojo Una-Una untuk berani melangkah lebih jauh.
“Kita bisa menurunkan stunting di Kabupaten Tojo Una-Una. Walaupun di tingkat nasional panjang seperti itu, Insya Allah kita tidak yang seperti itu, tetapi kita di bawah angka standar yang di tingkat nasional,” tegasnya.
Bahkan, ia secara lantang menyerukan agar target penurunan stunting Kabupaten Tojo Una-Una tahun 2025 harus segera ditetapkan dan diharapkan lebih rendah dari target nasional, “Kalau perlu tidak ada stunting di Kabupaten Tojo Una-Una,” serunya.
Dalam upayanya memicu semangat perubahan, Wabup Surya mencontohkan keberhasilan inovasi di tingkat desa. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada salah satu desa di Ampana Kota yang berhasil menekan angka stunting melalui terobosan unik.
“Namanya Salam Besti. Selamanya bebas dari stunting,” ungkapnya.
Keberhasilan inovasi ini, yang berhasil membuat kasus stunting di desa tersebut tersisa sangat sedikit, menjadi bukti nyata bahwa solusi lokal yang kreatif sangat dibutuhkan untuk percepatan penurunan stunting di Touna.
Wabup Surya juga menekankan bahwa stunting adalah masalah multisektor, sehingga keberhasilan hanya dapat dicapai melalui kerja tim yang erat. Ia mengibaratkan tim kerja seperti mobil yang harus memiliki semua komponen berfungsi.
“Bidang ini dan ini koordinasi saling menguatkan sehingga kita bisa dapatkan stunting yang turun dan lebih baik. Kalau pan mobil itu sampai tidak jalan, pasti tidak jalan semua.”
Rakor ini dihadiri oleh Asisten II Bupati, Kepala Bappeda, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Camat, hingga Kepala Puskesmas dan Tenaga Pendamping, menegaskan bahwa semua pihak adalah bagian vital dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Lebih lanjut, ia meminta seluruh tim untuk bekerja serius, tepat, dan paling penting, memberikan data yang valid untuk mewujudkan “satu data” sebagai dasar pengambilan kebijakan yang akurat.
Wabup juga menunjuk sinergi antara dirinya, Bupati, dan Tiga Staf Ahli (“Trio”) sebagai motor penggerak utama untuk mengatasi masalah stunting dan kemiskinan di kabupaten. (Isk).




Tidak ada komentar