Resmikan SPPG, Sekda Touna Tekankan Sterilitas Dapur dan Hindari Keracunan

2 menit membaca
Redaksi
Kesehatan, Pemerintahan - 25 Sep 2025

Ampana, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penanganan gizi dan kasus stunting.

Langkah nyata ini ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Celebes Lino Nusantara di Desa Sumoli, Kecamatan Ratolindo, pada Kamis (25/09/2025).

Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Touna, Alfian Matajeng, yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati. Turut hadir perwakilan Forkopimda serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Investasi Sumber Daya Manusia Masa Depan

Dalam sambutannya, Sekda Alfian Matajeng menyambut baik kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan Yayasan Celebes Lino Nusantara.

Ia menegaskan bahwa peresmian SPPG adalah upaya konkret untuk menjawab tantangan peningkatan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah yang merupakan investasi sumber daya manusia masa depan.

“Melalui SPPG ini, kita ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan akses terhadap makanan bergizi sehat dan layak. Tujuannya agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik maupun kognitif,” ujar Sekda.

Program ini sekaligus mendukung program prioritas nasional, yaitu makanan bergizi gratis (MBG), sebagai solusi untuk masalah stunting dan gizi buruk yang harus diselesaikan bersama.

Jaminan Kualitas dan Keamanan Makanan

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan pesan penting terkait kualitas dan keamanan makanan. Ia mengingatkan akan kasus keracunan yang sempat viral di wilayah Sulawesi Tengah.

Sekda berpesan kepada penanggung jawab SPPG, “Yakinlah benar bahwa bahan yang diolah itu dalam kondisi baik dan tempat pengolahannya juga diyakini tidak terinfeksi oleh bakteri maupun virus.”

Ia menekankan pentingnya memastikan personel dapur bekerja dalam kondisi steril.

Ajak Pengusaha Berperan di Wilayah Sulit

Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan harapan Bupati agar para investor atau pengusaha mau mengambil peran, terutama di wilayah-wilayah yang sulit akses.

“Harapan kami bagi pengusaha-pengusaha, mohon untuk mengambil peran di wilayah kepulauan atau wilayah pegunungan yang aksesnya agak sulit,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x
x