Parigi Moutong Miliki 9 Kampung Nelayan Merah Putih, Terbanyak di Sulawesi Tengah

3 menit membaca
Redaksi

Parigi, Sulteng – Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Rabu (26/8/2026).

Peletakan batu pertama tersebut menjadi langkah awal pembangunan kawasan yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Parigi Moutong.

Bupati H. Erwin Burase mengatakan, peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol dimulainya upaya bersama untuk menciptakan lingkungan dan kehidupan masyarakat nelayan yang lebih baik, mandiri, tertata, produktif, aman, serta mengedepankan semangat gotong royong.

“Alhamdulillah, pada tahun ini Kabupaten Parigi Moutong mendapat alokasi pembangunan 8 kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Ditambah 1 kawasan utama di Desa Bolano yang telah dimulai pembangunannya pada akhir tahun 2025, maka total ada 9 titik di wilayah kita. Ini menjadikan Parigi Moutong sebagai kabupaten dengan alokasi terbanyak di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Erwin.

Menurutnya, keberhasilan mendapatkan alokasi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong dan meyakinkan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengenai kebutuhan pembangunan kawasan nelayan di Parigi Moutong.

Hal itu dinilai sejalan dengan kondisi wilayah Parigi Moutong yang memiliki garis pantai sepanjang sekitar 510 kilometer dari utara hingga selatan, dengan sebagian masyarakat menggantungkan mata pencahariannya pada sektor kelautan dan perikanan.

Erwin menyebut pembangunan KNMP nantinya tidak hanya mencakup fasilitas utama, tetapi juga sarana pendukung yang dibutuhkan nelayan, termasuk pelabuhan dan pabrik es.

“Selain pelabuhan, fasilitas pendukung seperti pabrik es juga akan dibangun dan menjadi kebutuhan utama bagi nelayan kita. Insya Allah, masih ada kemungkinan penambahan lokasi lain yang sedang dalam proses survei,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan KNMP juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, yakni Maju, Mandiri, Berkelanjutan Melalui Gerbang Desa.

Menurut Erwin, pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari desa karena desa merupakan fondasi perekonomian masyarakat.

Karena itu, ia meminta kepala desa, camat, dan seluruh pemangku kepentingan di lokasi pembangunan untuk mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai rencana.

“Jika ada kendala di lapangan, segera sampaikan agar dapat diselesaikan bersama. Ini program Bapak Presiden untuk kita semua, maka wajib kita jaga dan pastikan berjalan lancar hingga selesai dan bermanfaat,” tegasnya.

Erwin juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta menjaga lingkungan. Ia berharap Kampung Nelayan Merah Putih nantinya menjadi simbol kemajuan dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, Wakil PPK Pembangunan KNMP Wilayah 3 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Maltonius Tassi, mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional.

Program tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026. Pembangunan seribu kampung nelayan pada 2026 juga telah mendapat persetujuan pengamanan dari Kejaksaan Agung.

“Kami sudah berada di Parigi Moutong sejak Juli 2026 untuk mengoordinasikan pelaksanaan pembangunan ini. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Bupati, Wakil Bupati, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta seluruh tim yang telah mendukung setiap prosesnya hingga peletakan batu pertama dapat terlaksana,” ujar Maltonius.

Ia berharap pembangunan KNMP di Parigi Moutong dapat segera rampung dan beroperasi sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat nelayan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, I Made Cornelius, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Pada 2026, KKP mengalokasikan pembangunan delapan kawasan KNMP di Kabupaten Parigi Moutong, yakni di Desa Boyantongo, Desa Sausu Tambu, Desa Pelawa Baru, Desa Sienjo, Desa Laemanta, Desa Tada, Desa Dusunan, dan Desa Malalang.

Dengan pembangunan tersebut, pemerintah berharap tercipta sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai simpul utama perekonomian di kawasan pesisir Kabupaten Parigi Moutong.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x