Kunjungi Desa Mire, Gubernur Anwar Hafid Paparkan 9 Program Berani

4 menit membaca
Redaksi

Ulubongka, Sulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, memaparkan sembilan program prioritas atau “9 Berani” saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Mire, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (4/8/2026).

Di hadapan masyarakat Desa Mire, Anwar menjelaskan bahwa sembilan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan di berbagai sektor.

“Sembilan Berani ini kami susun untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Anwar dalam pertemuan tersebut.

Anwar mengatakan program BERANI Cerdas diarahkan untuk memperluas akses pendidikan melalui pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Program tersebut juga mencakup bantuan operasional sekolah daerah, bantuan seragam serta beasiswa bagi mahasiswa.

Sementara melalui BERANI Sehat, pemerintah provinsi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Warga yang memiliki KTP Sulawesi Tengah dapat menggunakan identitas tersebut saat berobat di puskesmas maupun rumah sakit. Jika kepesertaan BPJS tidak aktif, pemerintah akan menanggung dan mengaktifkannya sesuai mekanisme yang berlaku.

Di bidang infrastruktur, BERANI Lancar diarahkan pada pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan, termasuk target pembangunan jalan desa sepanjang 1.000 kilometer untuk membuka akses wilayah pedalaman.

Untuk sektor kelistrikan, pemerintah menyiapkan BERANI Menyala sebagai upaya memperluas dan memeratakan akses listrik, terutama bagi wilayah pedesaan yang belum terlayani secara optimal.

Anwar juga menjelaskan BERANI Berkah yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai religius, kehidupan keagamaan serta kearifan lokal di tengah masyarakat.

Sementara BERANI Makmur diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.

Adapun BERANI Harmoni difokuskan pada upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman etnis, agama, serta budaya yang ada di Sulawesi Tengah.

Program BERANI Sejahtera, lanjut Anwar, diarahkan untuk mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan BERANI Berintegritas menjadi bagian dari reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, cepat dan akuntabel dalam memberikan pelayanan publik.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga membuka ruang dialog dengan masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari gagal panen jagung akibat musim panas hingga persoalan infrastruktur dan fasilitas pelayanan dasar.

Masyarakat meminta perhatian terhadap kondisi jalan dari pertigaan Desa Tampanombo menuju Desa Kasiala yang dinilai membutuhkan perbaikan. Aspirasi juga datang dari pihak sekolah terkait kebutuhan pembangunan pagar, toilet dan jaringan pendukung di SMAN 2 Watusongu.

Selain itu, Kepala Puskesmas Watusongu menyampaikan kebutuhan pembangunan rumah tunggu bagi ibu hamil di Desa Kasiala serta pengadaan ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anwar menyatakan pemerintah provinsi akan mengupayakan bantuan bibit jagung bagi masyarakat yang mengalami gagal panen.

Sementara sejumlah kebutuhan pembangunan, seperti perbaikan jalan, fasilitas sekolah, rumah tunggu bagi ibu hamil dan ambulans, akan diupayakan melalui penganggaran pada 2027.

“Kami akan membantu bibit jagung untuk masyarakat yang gagal panen. Untuk beberapa permintaan terkait jalan, fasilitas sekolah, rumah tunggu ibu hamil dan ambulans, akan kami anggarkan pada 2027,” ujar Anwar.

Dalam dialog tersebut, masyarakat Desa Mire juga menyampaikan persoalan lahan APL (Areal Penggunaan Lain) yang mereka persoalkan karena lahan yang sebelumnya telah dibuatkan SKPT oleh pemerintah kecamatan disebut kemudian beralih dalam transaksi jual beli dengan pihak perusahaan perkebunan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan langsung kepada Gubernur untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.

Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke Desa Mire turut didampingi Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Arfan, M.Si, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah Dodot Tinarso, S.Sos., MT, serta Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Faidul Keteng, ST, M.Si, MT.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakapolres Tojo Una-Una Kompol Junus Djoni Achpah, Kapolsek Ulubongka Iptu Muhajir Wonti, Camat Ulubongka Ilham Dg. Marola, S.T., Danramil Ampana Kota Kapten Cke. Risman, Kepala Desa Mire Fikri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, serta sekitar 250 warga.

Kehadiran Gubernur di Desa Mire menjadi ruang bagi pemerintah provinsi untuk menyampaikan program prioritas sekaligus mendengar langsung berbagai persoalan masyarakat di wilayah pedesaan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x
x