Sosialisasi Sempadan Danau Banano, Wabup Tekankan Kelestarian Lingkungan

3 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 08 Okt 2026

Tojo, Sulteng – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos., M.Si.,menegaskan penetapan garis sempadan Danau Banano I, II, dan III harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar danau.

Hal itu disampaikan Surya saat membuka Sosialisasi Masyarakat terkait Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Banano I, II, dan III di Rumah Makan Aswar, Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kamis (8/10/2026).

Menurut Surya, penetapan garis sempadan danau tidak sekadar menentukan batas wilayah secara teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi danau, melindungi ekosistem, mempertahankan kualitas sumber daya air, serta mewujudkan tata kelola ruang yang tertib dan berkelanjutan.

Ia menekankan, kebijakan penataan kawasan danau perlu dilakukan secara terukur, bijaksana, dan partisipatif dengan mempertimbangkan aktivitas serta kondisi sosial masyarakat yang telah lama bergantung pada sumber daya di sekitarnya.

“Setiap kebijakan yang berkaitan dengan penataan kawasan sempadan danau harus dilaksanakan dengan pendekatan yang bijak, terukur, partisipatif, dan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat,” tegasnya.

Surya juga menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses kajian. Menurut dia, data teknis, peta, hasil pengukuran, dan analisis akademik perlu dilengkapi informasi serta pengetahuan lokal dari warga yang memahami kondisi wilayah secara langsung.

Karena itu, ia berharap sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, tim kajian, dan masyarakat untuk menyampaikan masukan serta memastikan hasil kajian sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, lanjut Surya, berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan masyarakat Tojo Una-Una yang religius, maju, adil, dan sejahtera berbasis sektor unggulan yang berkelanjutan.

Ia berharap kajian penetapan garis sempadan Danau Banano I, II, dan III dapat membantu mencegah persoalan di kemudian hari, terutama terkait pemanfaatan ruang, aktivitas masyarakat di sekitar danau, kualitas lingkungan, dan kepastian pengelolaan kawasan.

Surya turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian danau. Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita menyatukan tekad dan langkah dalam menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara bijak,” ujarnya, seraya mengingatkan filosofi daerah Sivia Patuju, yang bermakna satu tujuan.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah, Hermin Hariyadi, jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Camat Tojo, unsur TNI-Polri, pemerintah Desa Banano, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap proses kajian penetapan garis sempadan ketiga danau tersebut dapat menghasilkan masukan konstruktif dan memperkuat sinergi pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Kabupaten Tojo Una-Una.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x