
Ampana, Sulteng – Genap satu tahun berjalan, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Tojo Una-Una mulai menatap pengembangan fasilitas pendidikan baru. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di daerah tersebut.
Rencana itu disampaikan Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menghadiri open house sekaligus peringatan satu tahun berdirinya Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (29/9/2026).
Ilham mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Gubernur Sulawesi Tengah, anggaran pembangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat mengalami peningkatan. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan lahan yang dinilai dapat mendukung pengembangan fasilitas pendidikan tersebut.
“Kita sudah siapkan lokasi kurang lebih 10 hektare. Mudah-mudahan dengan lahan ini kita bisa mendapatkan dukungan anggaran pembangunan sebagaimana yang sudah direncanakan pemerintah pusat,” ujar Ilham.
Menurutnya, pembangunan fasilitas baru diharapkan dapat memperkuat proses pendidikan dan pembinaan siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Tojo Una-Una.
Di momentum satu tahun tersebut, Ilham juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik yang selama ini mengabdikan diri mendidik siswa di Sekolah Rakyat.
Ia menilai dedikasi para guru patut diapresiasi karena sebagian di antaranya harus meninggalkan keluarga dan daerah asal untuk menjalankan tugas di Kabupaten Tojo Una-Una.
Para tenaga pendidik tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi Selatan. Menurut Ilham, pengabdian mereka mulai memperlihatkan hasil melalui berbagai prestasi yang ditorehkan para siswa.
“Terima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh guru yang sudah meninggalkan keluarganya, meninggalkan daerahnya untuk datang mengabdi di sini,” kata Ilham.
Bupati juga mengapresiasi dukungan jajaran TNI, Polri, Kejaksaan serta seluruh unsur terkait yang turut mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menyebut sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program pendidikan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ilham turut menyinggung berbagai kritik dan masukan yang muncul terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat, termasuk melalui media sosial.
Menurutnya, kritik tidak semestinya dihindari karena dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki penyelenggaraan pendidikan.
“Kalau hanya yang mendukung semua, maka kita pasti akan lalai dan tidak tahu apa yang menjadi kesalahan kita,” ujarnya.
Kepada orang tua dan wali murid, Ilham menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah, tenaga pendidik, pembina, dan pengelola Sekolah Rakyat.
Ia berharap kepercayaan tersebut terus dijaga dengan memastikan para siswa mengikuti proses pendidikan secara sungguh-sungguh hingga menyelesaikan pembelajaran.
Di hadapan para siswa, Ilham juga mendorong mereka untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi. Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu membawa nama Tojo Una-Una ke tingkat nasional hingga internasional.
“Kalau bisa, anak-anak didik di Sekolah Rakyat ini bisa mengharumkan nama Kabupaten Tojo Una-Una di Negara Republik Indonesia, bahkan kalau bisa di mancanegara,” tuturnya.
Ilham mengatakan, usia satu tahun masih menjadi tahap awal bagi perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Tojo Una-Una. Karena itu, pengalaman selama satu tahun pertama diharapkan menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Ia berharap berbagai hal yang telah berjalan baik dapat dipertahankan, sementara kekurangan yang ditemukan selama satu tahun pertama menjadi bahan evaluasi.
Dengan dukungan tenaga pendidik, orang tua, siswa, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Tojo Una-Una diharapkan terus berkembang dan mampu mencetak siswa berprestasi.




Tidak ada komentar