
JAKARTA – Kain Tenun Saga asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mencuri perhatian pengunjung Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Produk kerajinan khas daerah itu mencatat penjualan cukup baik hanya dalam dua hari pameran. Dari 20 lembar Kain Tenun Saga yang dibawa ke stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah, 11 lembar di antaranya telah terjual.
Dari jumlah tersebut, 10 lembar merupakan kain tenun semi sutra dengan pewarna sintetis. Masing-masing kain dibanderol Rp1 juta per lembar.
Sementara satu lembar lainnya merupakan kain tenun dengan pewarna alam yang dijual seharga Rp1,5 juta.
Dengan demikian, masih tersisa sembilan lembar Kain Tenun Saga di stan. Rinciannya, lima kain menggunakan pewarna sintetis dan empat kain menggunakan pewarna alam.
Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menyebut tingginya minat pengunjung menjadi sinyal positif bagi perkembangan kerajinan tenun di daerah tersebut.
“Terjualnya 11 kain Tenun Saga yang kita bawa dalam Pameran Kriyanusa merupakan indikator positif bahwa produk tenun khas daerah kita mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat,” ujar Hestiwati.
Menurutnya, daya tarik Tenun Saga tidak hanya terletak pada kualitas bahan. Keunikan desain, keindahan motif, serta nilai budaya yang melekat pada kain tersebut juga menjadi alasan pengunjung tertarik.
“Ini menunjukkan bahwa tenun daerah kita memiliki daya tarik dan potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus membawa identitas budaya Kabupaten Parigi Moutong ke kancah nasional,” katanya.
Hestiwati berharap capaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para perajin lokal untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.
Dekranasda Parigi Moutong, lanjutnya, juga akan terus memperkuat pembinaan, promosi, dan perluasan akses pasar bagi para perajin agar produk kerajinan daerah semakin dikenal.
“Kita berharap produk tenun khas daerah semakin dikenal, dicintai, dan menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif Kabupaten Parigi Moutong,” tutup Hestiwati.
Pameran Kriyanusa 2026 menjadi salah satu ruang promosi bagi produk kerajinan daerah untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong




Tidak ada komentar