Bupati Erwin Teken PKS, Parigi Moutong Dorong UMKM Tembus Pasar Global

3 menit membaca

Palu, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat upaya mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam kegiatan Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Sulawesi Tengah Menuju Pasar Global.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco, Palu, Senin (28/9/2026), dan dihadiri langsung Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase.

Dalam kesempatan itu, Erwin menandatangani PKS bersama Badan Karantina Indonesia, Kementerian UMKM, dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing produk daerah sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan petani menuju pasar ekspor.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah durian Parigi Moutong. Komoditas hortikultura tersebut disebut telah menembus pasar Tiongkok dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan, termasuk melalui General Administration of Customs of China (GACC).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan apresiasi terhadap peran Parigi Moutong dalam pengembangan komoditas hortikultura untuk pasar luar negeri.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan UMKM sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah. Menurutnya, keberanian pelaku usaha untuk masuk ke pasar global harus diikuti peningkatan kualitas dan pemenuhan standar ekspor.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan kolaborasi lintas lembaga tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pemenuhan standar kesehatan, keamanan, dan kualitas produk.

“Kami ingin UMKM kita punya daya saing di pasar internasional. Produknya betul-betul berkualitas, aman, dan sehat,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan Klinik Ekspor dan Desa Ekspor untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Program tersebut mencakup pelatihan, pemenuhan standar, serta persiapan produk sebelum memasuki pasar ekspor.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penguatan kerja sama lintas instansi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing UMKM di daerah.

Badan Karantina Indonesia akan berperan dalam pendampingan dan pelatihan terkait standar ekspor. Sementara Kementerian UMKM berfokus pada pemberdayaan serta dukungan akses permodalan bagi pelaku usaha.

“Kita ingin menaikkan dan meningkatkan daya saing UMKM,” ujar Maman.

Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelaku UMKM dan petani terhadap pelatihan, sertifikasi perkarantinaan, serta fasilitas pendukung kegiatan ekspor.

Selain durian, sejumlah komoditas daerah seperti kelapa, kakao, dan produk perikanan juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar internasional.

Pemkab Parigi Moutong selanjutnya akan mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar potensi komoditas daerah dapat dikembangkan sesuai standar pasar tujuan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai usaha dari tingkat produksi, peningkatan kualitas, sertifikasi, hingga pemasaran ke pasar internasional.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x