Erwin Burase Usulkan Parigi Moutong Jadi Lokus Program SEHATI

3 menit membaca
Redaksi

Jakarta – Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase mengusulkan Kabupaten Parigi Moutong menjadi lokus pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) tahun 2027.

Usulan tersebut disampaikan Erwin saat melakukan audiensi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal itu, Bupati menyampaikan sejumlah potensi yang dimiliki Parigi Moutong.

Menurutnya, kondisi geografis dan sumber daya alam daerah mendukung pengembangan program SEHATI. Potensi tersebut antara lain sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta wilayah pesisir yang luas.

“Parigi Moutong merupakan penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah. Potensi perkebunan juga besar. Durian kita sudah diekspor ke Tiongkok meski masih dalam bentuk beku, kelapa dalam terbesar se-Sulawesi Tengah, serta kakao. Semua ini perlu ditingkatkan,” ujar Erwin.

Erwin mengatakan, pelaksanaan SEHATI nantinya dapat disinergikan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, yakni Gerakan Membangun Desa (GERBANG DESA).

Menurutnya, jumlah desa dan kelurahan yang cukup banyak menjadi salah satu potensi untuk memperluas dampak program, terutama dalam penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.

Selain pertanian dan perkebunan, sektor perikanan di Teluk Tomini juga menjadi perhatian. Kawasan tersebut memiliki potensi sumber daya hayati yang besar dan dinilai masih membutuhkan pengembangan, termasuk untuk membuka peluang investasi.

Namun, pengembangan potensi daerah masih menghadapi tantangan aksesibilitas. Kepala Dinas Perhubungan Parigi Moutong Lewis menjelaskan, karakter wilayah yang membentang dari pesisir, dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan membuat akses menuju sejumlah desa dan kecamatan masih terbatas.

“Kondisi jalan yang belum optimal dan jarak tempuh yang jauh menjadi kendala mobilitas masyarakat, akses pelayanan dasar, serta distribusi hasil bumi,” jelas Lewis.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana tersebut.

“Insya Allah, untuk tahun 2027 Parigi Moutong dapat ditetapkan sebagai lokus Program SEHATI, didukung pula dengan pengembangan kawasan transmigrasi. Parigi Moutong adalah kabupaten yang terbuka dan sangat diperhitungkan ke depannya,” ujar Mulyadin.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Masboy Tonggiroh, Wakil Ketua I DPRD Sayutin Budianto Tongani, Ketua Komisi I Moh. Irfain, serta sejumlah anggota DPRD.

Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Lewis, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ervian Aksa Yoza, dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hairudin.

Bupati Erwin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan melengkapi seluruh persyaratan yang diminta sebagai bagian dari proses pengusulan tersebut.

“Harapannya, usulan ini dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat bagi penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong,” ujarnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x