
Una-Una, Sulteng – Pemerintah terus memperkuat sektor perkebunan nasional melalui Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang dilaksanakan secara serentak di 31 lokasi di Indonesia.
Di Kabupaten Tojo Una-Una, kegiatan dipusatkan di Desa Tanimpo, Kecamatan Una-Una, Kamis (2/7/2026), dengan penanaman kelapa seluas 50 hektare menggunakan benih unggul bantuan pemerintah.
Program yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Tojo Una-Una ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi komoditas perkebunan sekaligus memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Kabupaten Tojo Una-Una sendiri memperoleh alokasi bantuan pengembangan kelapa seluas 3.700 hektare yang tersebar di 12 kecamatan. Pada tahap pertama, pemerintah menyalurkan bantuan untuk pengembangan seluas 200 hektare di Kecamatan Una-Una yang mencakup empat desa dan delapan kelompok tani.
Kegiatan penanaman di Desa Tanimpo dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tojo Una-Una Mahdi, Kepala Bidang Perbenihan, Camat Una-Una Burhan, Kepala Desa Tanimpo, serta kelompok tani penerima bantuan.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Indonesia memiliki lahan, sumber daya manusia, dan semangat yang kuat untuk mencapai swasembada. Tanam serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong peningkatan produksi nasional. Saya minta seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah, bergerak cepat, kompak, dan memastikan setiap hektar lahan yang telah dialokasikan benar-benar ditanami serta dipantau perkembangannya,” ujar Amran.
Senada dengan itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil menyebut Gerakan Tanam Serentak menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung hilirisasi komoditas perkebunan.
“Kegiatan tanam serentak ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program hilirisasi perkebunan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan serta kemandirian ekonomi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tojo Una-Una, Mahdi, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya kelapa.
Menurutnya, dukungan berupa benih unggul, pendampingan teknis, dan sinergi berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.
“Gerakan Tanam Serentak Kelapa merupakan upaya percepatan pengembangan komoditas perkebunan unggulan di Tojo Una-Una. Melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, dan sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan produktivitas kelapa terus meningkat serta memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani,” ujar Mahdi.
Camat Una-Una, Burhan, turut mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor perkebunan di wilayahnya. Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas hasil perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kecamatan Una-Una,” ungkap Burhan.
Melalui Gerakan Tanam Serentak ini, pemerintah menargetkan pengembangan komoditas perkebunan di berbagai daerah dapat berjalan lebih optimal. Selain meningkatkan produktivitas dan menjamin ketersediaan bahan baku industri, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani.




Tidak ada komentar