Buka Lokakarya ASEAN ENMAPS, Bupati Touna Minta Konservasi Tidak Mempersulit Masyarakat

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 30 Okt 2026

Ampana, Sulteng — Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Penyusunan Proposal dan Sosialisasi Hibah Kecil ASEAN Effective Governance of Marine Protected Areas (ENMAPS) di Aula Hotel Lawaka, Kecamatan Ratolindo, Jumat (30/10/2026) pagi.

Kegiatan yang digagas oleh Samdhana Institute bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan LSM lokal, mitra pembangunan daerah, serta media massa.

Dalam sambutannya, Bupati Ilham Lawidu menegaskan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antarinstansi dalam menjalankan program konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Ia meminta seluruh pihak untuk menghilangkan ego sektoral demi kepentingan bersama.

Bupati menekankan bahwa program pemeliharaan lingkungan hidup serta pemberdayaan masyarakat harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga lokal. Menurutnya, upaya kelestarian ekosistem tidak boleh mengorbankan mata pencaharian warga pesisir.

“Jangan sampai program yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan justru membuat masyarakat kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya warga yang selama ini menggantungkan hidup dari sumber daya pesisir dan laut,” tegas Ilham Lawidu.

Secara khusus, Ilham Lawidu menginstruksikan agar setiap kebijakan, aturan, maupun mekanisme pengajuan hibah dibuat sederhana dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Jangan mempersulit masyarakat. Setiap mekanisme hendaknya tidak dibuat berbelit-belit dan tidak menambah beban warga. Masyarakat harus diberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, mengakses program hibah, hingga mengajukan proposal,” ujarnya.

Ia menambahkan, konservasi lingkungan harus terus berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menutup arahannya, Bupati Touna berharap program ini tidak berhenti pada tahapan administrasi atau sosialisasi semata, tetapi dapat mewujudkan manfaat nyata di lapangan. Jika terjadi perbedaan pandangan di tingkat basis, ia meminta agar diselesaikan melalui jalur musyawarah.

“Seluruh pihak diharapkan mengedepankan komunikasi dan dialog apabila ada perbedaan pandangan. Program ini harus menghasilkan manfaat nyata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha BTNKT Abdul Aziz, Grants Coordinator Samdhana Institute Pati Rahmi Rahayu, Wakapolres Touna Kompol Junus Djoni Achpah, serta Kaban Baperida Touna Muhamad Arsyad. Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi Klinik Proposal bagi calon penerima hibah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

x
x